Gerakan Iuran Anggota, Wujud Komitmen Berorganisasi Sebagai Implementasi Spirit Ramadan

  • Whatsapp

Setelah sambutan dari PCM Karangpawitan, H. Amin Sutraman, S.Pd yang memaparkan kondisi obyektif dan potensi Muhammadiyah Cabang Karangpawitan. Disambung sepintas dukungan dan sambutan dari Camat Karangpawitan yang diwakili Kasubag umum.

Sambutan sekaligus amanat dari PDM Garut yang diwakili sekretaris PDM, Deden Wahyudin, M.Pd mengharapkan pentingnya konsolidasi dan kaderisasi. Dilanjut dengan acara inti yaitu pengajian dari Sekretaris PWM Jawa Barat yang bertajuk “Implementasi Spirit Ramadan dalam Menuju Peradaban Berkemajuan”.

Dalam ceramah Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpawitan, Garut Ahad (10/5). Sekum PWM Jabar Iu Rusliana menyampaikan, “Kenapa Spirit Implementasi Ramadan itu penting?”

Pada acara yang diikuti ratusan peserta dari 5 PRM dan PCM serta unsur pemerintahan setempat, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat tersebut menjelaskan Takwa merupakan Spirit Ramadan yang harus diimplementasikan.

Dengan menyampaikan hasil analisis dan evaluasi setahun PWM Jabar periode ini, telah ditemukan ada tantangan di Muhammadiyah Jawa Barat yaitu “penyakit dalam berjamaah”. Penyakit itu adalah penyakit kurang Percaya Diri (PD), jelas Dr. Iu Rusliana yang juga dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Takwa sebagai hasil selama Ramadan itu memiliki tingkat atau derajat-derajat. Diantara karakter takwa itu senantiasa istigfar atas kesalahan dan berusaha tidak mengulanginya lagi. Kekurangan, kekeliruan itu harus diperbaiki.

Di lingkungan Muhammadiyah penyakit tidak PD, sering mengeluh, pesimisme sering terdengar bai di tingkat Ranting, Cabang, Daerah bahkan Wilayah. Dan sesungguhnya itu harus dihilangkan oleh kita.
Karena kita sebagai muslim sudah melewati fase ramadan yang memiliki spirit penting yaitu: sikap tawakal, sabarm optimis dan percaya diri itu yang harusnya mengarah pada arah visi besar berMuhammadiyah.

 

Dalam menghadapi tantangan, PWM Jabar kini telah memulai menata kelola organisasi dengan baik. Menata supaya secara sistemik alur tata kelola persyarikatan sesuai dengan aturan organisasi.
Maka perlu menjalankan penguatan komitmen sehingga akan menguatkan rasa percaya diri di warga Muhammadiyah. Karena spirit bermuhammadiyah adalah berfastabiqul khairat, sehingga tidak perlu minder atau tidak PD dengan membanding-bandingkan dengan “organisasi sebelah” (organisasi lain).

Harus dimulai kembali, rapat-rapat organisasi dengan komitmen dibuktikan secara memenuhui quorum. Kegiatan berMuhammadiyah dijalankan dengan sikap optimis supaya menuju kepada kemajuan. Jangan sebaliknya bersikap pesimis yang akan membawa pada kemunduran.

Warga Muhammadiyah harus punya komitmen, kesungguhan serta keyakinan. Dengan mengutip spiritt surat Muhammad ayat 7, Iu Rusliana menegaskan kita harus yakin bahwa menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kita.

Sekum PWM Jabar ini pun mengingatkan,”Jangan sampai kita membenci sekuler, tetapi seringkali kita berpikir sekuler!”, yaitu sikap yang tidak yakin terhadap pertolongan dari Allah dalam menjalankan dakwah melalui organisasi Muhammadiyah.

 

Diantara spirit Ramadan yang memiliki relevansinya dengan yang dicontohkan KH Ahmad Dahlan adalah spirit Al-Ashr. Kajian teologi yang dikaji sekitar 8 bulan yang mana ini akan menghasilkan apa yang di dalam konsep modern disebut ” Total Qwality Management” (TQM). Dalam bahasa sederhananya TQM ini melakukan introspeksi diri atau evaluasi diri atau audit internal.

Bagaimana kita menguatkan keimanan dan memperhebat amal saleh, itulah esensi dari spirit al-Ashr. Ini pun bagian dari spirit ramadan yang telah dijalankan selama sebulan untuk mengisi 11 bulan berikutnya.

 

Diantara karakter takwa yang penting diperhatikan tandas Iu Rusliana adalah pertama, sikap kuat menahan marah. Dalam menata organisasi terutama pimpinan harus pandai mengelola sikap tidak mudah marah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kedua, sikap suka berbagi. Dalam memajukan Muhammadiyah sudah dicontohkan generasi pendahulu, Muhammadiyah maju karena sikap suka berbagi, gemar bersedekah tidak cukup dengan zakat. Tangan di atas itu lebih mulia dari tangan di bawah. Meminjam nasehat Kyai Haji Ayat Dimyati allahuyarham, kalau zakat itu perilaku paling medit, jadi yang dermawan itu harus gemar bersedekah.

Ketiga, sikap pemaaf. Dalam menjalankan kegiatan dakwah berorganisasi harus menampilkan sikap pemaaf kalau ada rekan yang melakukan kekeliruan atau kesalahan. Harus menjalankan sikap saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Jangan gampang memvonis. Harus melakukan pendekatan manusiawi tetapi tetap alur aturan harus dijalankan.

Lebih dalam Dr. Iu Rusliana menjelaskan, audit internal dalam bahasa agama dikenal ungkapan “man arofa nafsahau faqod arofa rabbahu.” Inilah melakukan evaluasi diri. Sehingga dalam berorganisasi Muhammadiyah dilakukan upaya menguatkan potensi diri dan menyatukan potensi dan kemampuan.

Harapannya kemudian, dalam mengelola Muhammadiyah tidak hanya kebanyakan sisa waktu. Karena saling mengisi saling menguatkan dengan semangat kebersamaan dalam menghimpun segenap potensi kemampuan warga dan pimpinan di tingkat masing-masing.

Dalam hal ini contohnya pimpinan Cabang (struktural), bisa bekerjasama dalam peguatan pendanaan yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan organisasi dengan Lazismu, dan AUM. Maka menghidupkan Lazismu menjadi penting oleh kita semua warga Muhammadiyah.

Juga dalam menjalankan iuran anggota, yang selama ini lemah di Jawa Barat, harus mulai digerakan dihidupkan kembali. Ini merupakan eujud komitmen berMuhammadiyah. Bagaimana Muhammadiyah akan maju kalau tidak didukung kegiatannya, pendanaannya oleh warganya. Karena persyarikatan ini penting memiliki dana operasional kegiatannya.

Sekum PWM Jawa Barat ini mengajak bareng untuk menggerakan iuran anggota. Meskipun misalnya dengan gerakan iuran hanya seribu rupiah atau lima ribu rupiah. tetapi kalau ini komitmen dijalankan dengan potensi 400 anggota atau 1000 anggota di cabang ini sebulan bisa jutaan rupiah. Setahun bisa belasan juta rupiah.

Ini komitmen berMuhammadiyah yang diingatkan sebagai orang takwa dalam QS Ali Imran 133-135, terkait spirit berbagi, spirit sedekah. Dan dengan spirit Al-Ashr, sebagai orang beriman harus saling mensehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Ya sabar menjalankan kebenaran, sabar menjalankan dakwhah berorganisasi ini dengan sabar mewujudkan komitmen berMuhammadiyah. Salahsatunya komitmen menjalankan iuran anggota secara rutin. Dengan demikian maka Muhammadiyah akan tumbuh subur berkemajuan.

Diakhir ceramahnya Iu Rusliana, mengajak ,”Ayo mulai sekarang gerakan komitmen menjalankan iuran organisasi. Dan catat saya siap membantu gerakan ini,” tegasnya penuh semangat.

Pos terkait