Haedar Nashir: Sastra dan Puisi Ialah Jalan Keagamaan Berkarakter Irfani

  • Whatsapp

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Sabtu (3/4/2021) secara daring menghadiri acara Panggung Apresiasi Sastra 3 Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul.

Dalam acara tersebut juga dilakukan launching buku Antologi 66 Puisi karya Sahari As.

Bacaan Lainnya

Lazada.co.id

Haedar berharap LSBO dapat terus menggairahkan karya sastra yang bisa menyentuh rasa. “Bagi Muhammadiyah sangat penting menyentuh rasa karena itu merupakan wilayah irfani, yang selama ini kurang begitu digairahkan. Padahal dunia islam sangat melekat dengan puisi,” tutur Haedar.

Haedar juga mengatakan bahwa puisi dan nilai sastra telah lama hidup di kalangan muslimin. Di Muhammadiyah sendiri Buya Hamka telah menjadi contoh sebagai tokoh yang memiliki karya-karya sastra yang luar biasa.

“Seorang Hamka meskipun telibat dalam pergulatan politik dengan Soekarno, beliau tidak benci, dan bahkan ketika Soekarno wafat, beliau yang memimpin salat,” tutur Haedar.

Dalam kesempatan tersebut Haedar juga mempertanyakan mengapa sebagian orang Muhammadiyah galak ketika ceramah dan bertabligh?

“Sepertinya mubaligh Muhammadiyah perlu banyak belajar sastra agar dapat menghidupkan rasa Ketika berdakwah. Dimensi rasa penting dan menjadi bagian jiwa,” imbuh Haedar.

Sisi lain dari sastra dan seni, lanjut Haedar yakni menghidupkan jiwa. Nilai sastra dan puisi perlu dihidupkan.

“Mari kita gerakan cinta sastra dan puisi, menggerakan metode irfani dalam dakwah dan pergerakan kita,” tutup Haedar.

Pos terkait