JANGAN ANGGAP RENDAH PERAN REMPAH (Bagian 1)

  • Whatsapp

 

Saat berpindah dari dapur ke ruang tengah, karena mencari resep olahan makanan. Kulihat buku tipis yang diingat-ingat di beli di Gramedia sepertinya hampir mau sebelas tahun lalu. Ya mengeingatkan pada kenangan masa suka jalan-jalan ke toko buku, jauh sebelum masa pandemi virus.

Betul, sampai tahun 2017-2018 penulis masih lekat dengan kegiatan bedah buku atau pameran buku di sekitaran pusat kota Paris Van Java. Ya benar, di Landmark Braga jantungnya Bandung.

Kulihat pula di tumpukan buku, Jack Turner, periset asal Australia yang menulis buku Sejarah Rempah: Dari Erotisme sampai Imperialisme. Aku (penulis) pun, saat bongkar-bongkar resep makanan di mini perpustakaan di rumah, menemukan 20 Keajaiban Bumbu Dapur karya dr. Indah S.Y. Darwati.

Buku tipis yang gak bisa dibilang tipis nilainya. Sebaliknya justru muatan ilmunya cukup dahsyat.

Salahsatu judul bab di dalamnya adalah “Kedahsyatan Rempah”. Oke anggap saja ini sedikit reviewbook, sambil mencari-cari resep olahan. meskipun buku ini bukan buku How To Cook. Tapi di dalamnya mengandung ilmu terkait Bumbu Dapur khasiat di balik kelezatan renpah yang sehat dan cantik. Wuiih keren juga anak judul bukunya.

 

Oke kita lanjut ke bagian Kedahsyatan tersebut. Konon, Di Eropa rempah-rempah menjadi komoditas penting.

Dalam Alexandria Manifest katanya, mengutip “The Spice Route” disebutkan ada 54 komoditas yang terkena beamasuk semasa kekuasaan Justinianus pada abad V.

Hampir sebagian besar komoditas itu berupa rempah-rempah. Sepeti sudah dibahas sebelumnya, kata Indah, tentang manfaat rempah pada pembuatan nasi goreng.

Maka dapat diambil simpulan, nenek moyang manusia sudah mengenal dan menggunakan rempah-rempah sejak ribuan tahun silam.

Nah, berangkat dari realita itu, ahli mikrobiologi dan pengobatan alami mengadakan penelitian terhadap bumbu dapur. Dari hasil riset, bumbu dapur menyimpan berjuta manfaat bagi kesehatan sebagai antioksidan. itu sebabnya keberadaan rempah sangat penting dan diminati. Rempah-rempah adalah tanaman aromatik yang ditambahkan pada makanan sebagai penyedap.

Dengan kata lain repah-rempah berfungsi melezatkan masakan. Selain itu untuk keperluan memasak bis ajuga dimanfaatkan sebagai obat seperti batuk, demam hingga penyakit serius. pembuatannya juga sangat mudah, bisa dilakukan dengan peralatan yang sederhana seperti kompor, alat tumbuk, kuali (panci dari tanah liat) dan sendok kayu.

Menyadari pentingnya rempah-rempah bagi kehidupan manusia pada saat itu hampir di setiap pekarangan rumah banyak dijumpai tanaman rempah seperti cabai, laos, kunyit, jahe, sereh, dll. Untuk rempah yang sudah dikeringkan atau siap pakaim biasanya mereka menempatkannya di dapur. itu sebabnya rempah-rempah lebih dikenal dengan nama bumbu dapur.

Macam-macam rempah yang sering digunakan para ibu dalam mengolah masakan adalah bawang merah, bawang putih, cabe, cengkeh, daun bawang, daun pandan, daun salam, jahe, jeruk purut, jeruk limo (limau), jintan, kapulaga, kayu manis, kemiri, kencur, ketumbar, kunir (kunyit), lada (merica), lengkuwas (laos), pala, selasih, serai,atabasco, temu kunci, dan wijen.

Dengan rempah-rempah, cita rasa masakan menjadi sangat lezat dan menggugah selera makan. Tanpa rempah-repahm masakan terasa hambar dan tidak nikmat…

Pos terkait