PRIMA DONA REMPAH DAN KEDAHSYATANNYA (Bagian 2)

  • Whatsapp

Rempah-rempah mempunyai peranan penting dalam pengolahan makanan. Rempahan berfungsi memberikan warna, rasa, dan aroma yang sedap pada masakan. Menurut Judi Gilliard, orang Cina dikatakan menjadi yang pertama menemukan dan banyak menggunakan bumu (rempah-rempah). Baik untuk tujuan pengobatana dan sebagai peningkat rasa dalam makanan.

 

Krisan awalnya ditanam untuk sifat obat mereka dan bahan berharga dalam obat mujarab Tao. Di Cina, Krisan masih digunakan dalam sup, salad, dan teh, serta dalam menampilkan bunga yang indah.

Sebuah buku masak abad pertama, yang dikaitkan dengan Apicus, seorang penggemar makanan dan minuman Romawi, emngungkapkan fitur penggunaan kombinasi herbal sebagai peningkat rasa. Satu resep untuk memasak artichoke termasuk adas segar, ketumbar, min,t dan rue. ditumbuk bersama-sama, kemudian diperkuat dengan lada. lovage, madu, minyak, dan liquamen (saus ikan bebasis kuat bahwa Roma digunakan di tepat garam).

Sekitar tahun 1699, seorang Inggris bernama John Evelyn menulis sebuah buku berjudul “Acetaria”. daftar tujuh puluh tiga herbal salad engan rincian untuk menggunakan ramuan masing-masing. Sebuah wacana “Sallets” adalah bumbu salad, “herbal pot” adalah mereka dimasaak dalam panci besar, “bumbu manis” adalah perasa, dan “simplex” adalah obat herbal senyawa.

Hingga sekarang beragam jenis masakan disajikan dalam beragam variasi baik rasa maupun cara penyajiannya. Namun, esensinya telah diadaptasi oleh beebrapa juru masaak dalam sejarah yang menciptakan beragam jenis masakan yang lebih dapat diterima dan sesuai dengan selera masyarakat dari berbagai negara/daerah dan berbagai waktu.

Berbagai macam rempah seperti bawang merah, bawang putih, pala, mericam jahem kunyit, ketumbar, dan sebagainya. Masing-masing mempunyai keistimewaan rasa dalam masakan. Seperti cabe, memberikan rasa pedas dan warna merah pada masakan.

Contoh lian bawang merah, menambah harum dan lezatnya hampir semua masakan, dll. Jadi intinya, bumbu selain untuk menambah kelezatan makanan juga bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Menyusuri Jejak Sang Pemburu Rempah

Diperkirakan 3000 tahun SM, penduduk Eropa telah menggunakan renpah-rempah. Begitu berharganya renpah-rempah bagu kehidupan mereka. Akan tetapi berabad-abad lamanya mereka belum mampu memecahkan misteri asal usul rempah.

Seperti dalam buku “The Spice Route” karya Jhon Keay menuturkan bahwa kayu manis yang diperdagangkan itu berasal dari sarang burung. Burung telah membawa potongan kayu manis itu dari suau tempat yang tidak diketahui dan menjadikannya sebagai sarangnya.

Soal asal-usul jatu manis itu, hanya burnng yang tahu. Akankah Indonesia (dulu Nusantara) yanag tidak lain adalah kepulauan rempah-rempah ini akan menjadi penentu sejarah berikutnya? Waktu yang akan membuktikan.

Bukan rahasia bila rempah-rempah menjadi primadona, hampir di tiap negara di dunia khususnya Eropa berlomba-lomba memburunya. Dalam catatan sejarah, berikut adalah para pemburu rempah:

1. Herodotus. Seorang sejarawan Yunani, pada abad V SM mencatat keingintahuan orang Eropa mengenai asal-usul rempah-rempah mulai muncul. Akan tetapi, orang Arab yang menjadi pedagang perantara renpah-rempah di Eropa tetap menyembunyikan asal-usul rempah-rempah itu.

2. Fa Hien dan I Tsing. Pad atahun 671-695 M dalam sebuah buku, catatan pengelana asal Cina bernama Fahien yang dalam bahasa Inggris berjudul ” A Record of Buddhistic Kingdoms as Practised in India adn the Malay Archipelagho”, juga menyebut renpah-rempah sebagai komoditas penting di dalam perdagangan saat itu.

 

Pada abad IV M diketahui ada jalur India-Cina yang melalui Selata Suna. Rempah-rempah dari Nusantara dibawa dari berbagai tempat menuju pelabuhan di Semenanjung Malaya, kemudian dibawa melalui jalur darat dan juga kembali melalui jalur laut menuju Arab dan Eropa. Diduga peagang Asal Arab mendapat rempah-rempah melalui tiga jalur yaitu Cina, India, dan Nusantara. Renpah-rempah dari Nusantara memasuki Cina melalui jalur laut.

3. Marcopolo. Pada abad ke-13 M ia melakukan perjalanan ke Timur melalui darat hingga ke Cina dan kembali ke Italia melalui jalur laut dan darat. Marco Polo telah menyebut beberapa tempat di Nusantara yang menghasilkan rempah-rempah. Beberapa peneglana lainnya juga mulai memasuki wilayah Nusantara dan menyebut beberapa tempat yang menjadi penghasil rempah-rempah.

 

4. Nicolo de Conti. Laporan pengelana asal Italia yang menjangkau Asia pada awal abad ke-15, Nicolo de Conti (1395-1469), diperkirakan sebagai pendorrong bagi penguasa Portugis memulai ekspedisi ke kepulauan Rempah-rempah. Laporan itu meyakinkan penguasa Portugis bahwa kepulauan itu bisa dicapai melalui jalur laut.

 

Portugis kemudian membuat ekspedisi menyusuri pantai selatan Eropa, kemudian Afrika hingga memasuki Asia. Penemuan tempat itu makin mendapati kenyataan ketika Portugis menguasai Pelabuhan Malaka pada tahun 1511 M.

Di sisi lain, Spanyol yang tidak mau kalah dengan Portugis mencari jalur rempah-rempah melalui jalur darat hingga akhirnya menemukan benua Amerika (tanpa sengaja).

 

5. Ferdinand Magellan. Petualangan yang paling spektakuler aalah perjalanan lima kapal Ferdinand Magellan (1480-1521) yang dimulai dari Pelabuhan Sevila, Spanyol, tahun 1519. Ekspedisi Magellan berhasil mengelilingi bumi dan menemukan kepulauan remapah-rempah meski akhirnya hanya satu kapal yang selamat kembali ke Spanyol, yaitu Kapal Victoria, Magellan sendiri tewas di Cebu, Filipina setelah berperang dengan suku lokal.

Meskipun demikian, ekspedisi ini berhasil membuktikan ada jalur darat menuju kepulauan rempah-rempah. Jalur ini juga memungkinkan pengelana lainnya menemukan Selandia Baru dan Australia. Proses pencarian ini paada akhirnya melibatkan negara Eropa lainnya.

Pencarian rempah-rempah menjadi bagian ari proses awal kejayaan angkatan laut Inggris. Saat kedua negara, yaitu Portugasl dan Spanyol, berjuang di laut untuk mencari kepulauan rempah-rempah, armada laut Inggris tidak masuk dalam hitungan. Boleh dibilang mereka minder terhadap kehebatan armada Portugal dan Spanyol.

Akan tetapi kejadian di Selat Chanel, saat Inggris menyiapkan armadanya untuk ikut mencari rempah-rempah menjadikan Inggris makin percaya diri. Di Selat itu Inggris berhasil menumbnagkan armada Spanyol. Dampak dari kejadian ini, Inggris menjadi percaya diri untuk ikut berburu rempah-rempah.

Tidak puas dengan jalur-jalur itu, orang Eropa berkeyakinan bahwa kepulauan rempah-repah bisa dijangkau melalui jalur Utara alias melalui Wilayah Skandinavia, Rusia hingga ke Cina. Beberapa pengelana telah mencoba jalur ini, tetapi sebagian besar sia-sia. Bahkan ada yang meninggal karena didera suhu yang sangat singin di kawasan itu.

6. Christopher Columbur. Proses pencarian rempah-rempah telah mengubah sejarah dunia. Dunia semula diduga berupa lempeng datar. Setelah pelayaran Christopher Columbus (1451-1506) dan dibuktikan Magellan, ternyata bentuk bumi mirip bola. Peta dunia yang semula kacau balau makin mendekati keadaan sebenarnya.

Revolusi teknologi terjadi untuk menunjang penaklukan tempat-tempat baru, baik di benua Amerika maupun di daerah-daerah Timur Jauh. Komunikasi denga orang-orang dari Timur, selain memunculkan penjajahan, juga makin membuka wilayah tersebut.

Salah satu catatan yang penting adalah globalisasi pertama, mengutip pendapat penulis The World is Flat, Thomas L. Friedman, terjadi pada saat terjadi pencarian kepulauan rempah-rempah. Yaitu ketika Columbus memastikan bahwa bumi itu bulat seperti yang sekarang kita kenal dengan globe. Saat itu rempah-rempah menjadi bagian dari penentu sejarah dunia.

Perkembangan berbagai ilmu, salah satu yang penting, yaitu ilmu Geografi, jug aterkait dalam prosex pencarian rempah-rempah. Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku.

Rempah-rempah pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke Maluku. Sementara itu bangsa Spanyol di bawah pimpinan Magellan telah lebih dulu mencari jalan ke Timur melalui jalan lain yakni melewati samudera Pasifik dan akhirnya mendarat di pulaau Luzon, Filipina.
*disarikan dari Indah SY Darwati, (2013); sumber lain: https://alchetron.com/Niccol%C3%B2-de%27-Conti, https://nationalgeographic.grid.id/read/133933598/sisi-lain-kehidupan-marco-polo-penjelajah-sohor-dalam-sejarah-dunia?page=all; https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/funfact/Cengkeh

Pos terkait