Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3 memutar rekaman pengajian Buya Hamka setiap hari selama Ramadan.

Melalui frekuensi 88.8 FM, RRI Pro 3 memutar suara ramah pengajian Buya Hamka yang bak oase rohani menemani waktu sahur hingga waktu waktu imsak selesai.

Rekaman sendiri merupakan rekaman kuliah subuh Buya Hamka yang pernah populer dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat pada kisaran 1970-an hingga 1980-an.

Siapakah Buya Hamka?

Buya Hamka atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah adalah ulama kharismatik Muhammadiyah asal Minangkabau.

Selain dikenal sebagai seorang ulama fakih di bidang tafsir dan tasawuf, Buya Hamka juga merupakan ulama dengan jiwa sastrawi tinggi.

Tak hanya Tafsir 30 Juz Al-Qur’an Al-Azhar yang ditulisnya setebal 9 jilid, Buya Hamka juga produktif dalam menulis berbagai macam karya sastra baik cerita pendek maupun novel populer.

Salah satu novel terbaiknya adalah “Tenggelamnya Kapal Van der Wijk”, “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, “Cinta Terkalang”, “Ayahku”, dan “Merantau ke Deli”.

Buya Hamka juga menulis gagasannya terkait Tasawuf modern. Tak pelak, ketajaman rasa bahasa (zaugh) dan kedalaman pesan di dalam penyampaian dakwah yang disampaikan oleh Buya Hamka baik melalui kalimat lisan ataupun tulisan dirasa tertata indah dan mengena.

Selain rekaman di RRI Pro 3, berbagai rekaman pengajian Buya Hamka seperti 8 Perkara dalam Hidup, Cinta dan Cemburu, Hidup Sesudah Mati, Dari Gelap Menuju Terang, Haus, Ghirah Akibat dari Mahabbah hingga Pegangan Hidup dan Menjawab Surat-Surat Pendengar tersedia di alamat (https://archive.org/details/MP3CeramahBuyaHamka).

Sumber: Muhammadiyah.or.id