Artikel

Rubrik ini berisi tentang artikel inspiratif, mencerahkan, dan berkemajuan.

FIKIH AMAL AL-MAUN, JAWABAN ATAS MINIMNYA FIKIH BEORIENTASI SOSIAL-KEMANUSIAAN
Artikel

FIKIH AMAL AL-MAUN, JAWABAN ATAS MINIMNYA FIKIH BEORIENTASI SOSIAL-KEMANUSIAAN

Biasanya buku fikih bertaburan hadis Nabi dan ayat-ayat al-Qur'an. Namun sedikit berbeda dengan buku yang saya pegang ini. Buku "Fikih Amal Al-Maun" karya Dr. Hendar Riyadi ini cukup unik dan berbeda, karena dilengkapi juga dengan teori-teori sosial baik Barat ataupun Islam. Selain belajar fikih Islam, rasanya seperti kita sedang belajar juga sosiologi atau filsafat Barat. Misalnya mengangkat pembahasan mengenai tafsir surat al-maun yang dikembangkan Muhammad Abduh serta Ibnu Arabi. Kedua tafsir tersebut dibahas dan dikomentari oleh penulis buku ini dengan mendalam. Pembahasan lain yang cukup menarik yaitu tentang kedudukan fikih amal al-maun di antara dua teori sosial terkenal yaitu teori sosial Karl Marx dan Max Weber. Dua orang tokoh sosiologi dan filsafat Barat kontemporer yang besa...
Napak Tilas Buya Hamka di Muhammadiyah Garut
Artikel

Napak Tilas Buya Hamka di Muhammadiyah Garut

Bangsa Eropa yang berkunjung ke Indonesia di awal abad ke-20 M menemukan sebuah daerah dengan kota kecil yang mirip negeri Swiss, itulah (kabupaten) kota Garut. Kepopuleran Garut sebagai Swiss van Java tidak lepas dari jasa promosi wisata saat itu. Jepretan fotografer professional, Thilly Wissenborn, seorang wanita keturunan Jerman-Belanda yang puluhan tahun sempat tinggal di kota Garut. Buah tangan Thilly Wissenborn di studio fotonya dikirim kepada kerabat dan teman-temannya di Eropa membuat banyak orang tertarik dan takjub dengan pesona keindahan kota Garut yang dikeliling gunung (Gunung Papandayan yang mengepulkan asap belerangnya, Gunung Guntur, dan Gunung Cikuray) dan dihiasi dengan danau yang indah, Situ Bagendit dan Situ Cangkuang. Amat wajar, bila sosok pemuda Malik—kelak ...
Zakat dan Pemberian yang Memberdayakan
Artikel

Zakat dan Pemberian yang Memberdayakan

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir,” (QS. Al-Baqarah [2]: 264). Perilaku mulia nan indah tapi serasa sulit dilaksanakan ialah “memberi”. Berbeda dengan menerima. Setiap orang pasti berebut bila saja mengurusi segala hal yang berkaitan dengan penerimaan. Entah itu ketika menerima jabatan,...
Mungsolkanas, Masjid Tua di Kota Bandung
Artikel

Mungsolkanas, Masjid Tua di Kota Bandung

Tak seperti masjid Alun-alun atau Masjid Provinsi Jabar, masjid di Kota Bandung ini memiliki usia yang cukup tua, hampir mencapai 1,5 abad. Masjid tersebut bernama Masjid Mungsolkanas, salah satu masjid tua di Kota Bandung. Masjid yang berada di daerah Jalan Cihampelas, tepatnya berada tak jauh dari Gang Winataatmaja, seberang Rumah Sakit Advent Bandung. Sekretaris DKM Masjid Mungsolkanas Dedi Priyatna menjelaskan bahwa masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1869 silam. "Mesjid ini kurang lebih 147 tahun," katanya. Masjid Mungsolkanas merupakan salah satu mesjid tua di Kota Bandung, yang dibangun di atas tanah yang diwakafkan Nenek Zakaria yang bernama Lantenas, seorang janda dari R. Suradipura, Camat Lengkong Sukabumi yang wafat pada 1869. Tanah wakaf ini kemudian diserahkan kep...
Pahala Besar untuk Para Petani
Artikel

Pahala Besar untuk Para Petani

Menjadi petani bukan sebuah aib apalagi sebuah pekerjaan yang hina. Semua orang sejatinya berterima kasih kepada petani karena berkat kerja kerasnya kita bisa makan dengan enak tanpa susah payah menanam sendiri di kebun. Bagaimana Islam memandang petani? Dilansir dari Republika Online, sesungguhnya Islam menghormati orang yang bertani dan berkebun karena hasil bercocok tanam bermanfaat bagi siapa saja yang memakannya. Dalam sabda Rasulullah, hasil bercocok tanam yang dimakan manusia ataupun hewan bernilai sedekah bagi orang yang bercocok tanam itu. Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah menemui Ummu Mubasyir Al-Anshariyah di kebun kurma miliknya. Lantas Rasulullah bersabda kepadanya, ”Siapakah yang menanam pohon kurma ini? Apakah ia seorang muslim atau kafir?” Ummu Mubasyir Al Anshar...